Tampilkan postingan dengan label PUASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUASA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Agustus 2008

MANFAAT PUASA

SAAT memasuki bulan suci Ramadhan, menjadi kewajiban umat Muslim yang beriman untuk menjalankan puasa. Umat Islam harus menahan lapar dan haus meski suasana siang hari begitu menyengat.

Jika puasa dilandasi keimanan dan keikhalasan, maka perjuangan seharian menahan lapar dan haus tiada berarti apa-apa. Apalagi, puasa ternyata juga menyimpan sejumlah manfaat, termasuk salah satunya adalah manfaat kesehatan.

Penelitian menunjukkan, puasa sangat baik dilakukan oleh orang yang kadar kolesterol di dalam darahnya tinggi. Kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Bila hal ini terjadi di otak, maka terjadilah stroke, dan bila terjadi di daerah jantung maka timbullah penyakit jantung.

Dari hasil penelitian pula diketahui, puasa bisa meningkatkan kolesterol ‘baik’ (HDL) sebanyak 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekira 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol ‘jahat’ (LDL).

Bahkan, puasa juga mampu mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen). Radikal bebas oksigen yang berlebihan di dalam tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel. Ada sekira 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, dicetuskan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas.

Selain itu, bagi yang sehat, puasa akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe-2. Sebab, pada saat berpuasa, dengan sendirinya konsumsi kalori secara fisiologis akan berkurang. Hal ini akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Lebih jauh, hal ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe-2.

Manfaat puasa yang lain? Masih banyak. Misalnya, mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh, membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun, dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa, penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik, puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa. (diolah dari berbagai sumber/mbs)

Puasa & Olahraga

Puasa bukan alasan untuk bermalasmalasan, termasuk dalam soal aktivitas fisik. Olahraga misalnya, bisa dilakukan dengan menyesuaikan waktu dan intensitas latihan.
Kebiasaan bermalas-malasan saat berpuasa justru berakibat badan menjadi lemas dan daya kerja tubuh tidak optimal. Stamina lemah membuat penyakit mudah datang.

Padahal, bila dilakukan dengan benar, puasa justru membuat tubuh menjadi sehat. Jika tidak berpuasa, saluran pencernaan bekerja ekstra keras, maka saat puasa pekerjaan jadi lebih ringan. Asam lambung dan enzim pun dapat beristirahat dengan baik. Saat puasa itulah zat racun sebagai sumber penyakit pun dibuang.

Keteraturan frekuensi makanan dengan takaran yang tepat, memberi dampak pada peningkatan kualitas profil darah. Karena itu saat puasa selesai, tubuh menjadi lebih sehat dibandingkan sebelumnya.

Namun, jika puasa dibuat alasan untuk malas, tentu tidak akan memberi manfaat bagi tubuh. Apalagi bila saat berbuka, justru dijadikan ajang balas dendam dengan makan tidak terkendali. Akibatnya,bukan sehat yang didapat, justru lemak yang bertambah.

“Bila itu ditambah dengan meninggalkan olahraga, efeknya adalah berat badan akan meningkat setelah Lebaran. Sebab, saat malam dia makan macam-macam, setelah itu tubuh tidak dipakai untuk apa-apa,” ungkap Personal Trainer Leader di Gold’s Gym Citraland Jakarta Bobby Ferdian.

Menurut dia, potensi penambahan berat badan sangat kuat, ditunjang perhatian yang kurang terhadap pola makan dan kebiasaan istirahat. Apalagi bagi mereka yang sebelumnya terbiasa olahraga, puasa justru membuat kegiatan tersebut dihentikan, akan terjadi penurunan drastis pada tubuh.

“Usahakan jangan berhenti sama sekali. Boleh menurunkan intensitas latihan, tapi jangan berhenti,” kata trainer yang terjun secara profesional sebagai instruktur sejak tujuh tahun lalu.

Selain menstabilkan kondisi tubuh, olahraga diperlukan untuk melatih sistem kardiovaskular. Olah pernapasan saat berolahraga dengan mengambil oksigen dapat meningkatkan kesegaran untuk aktivitas harian.

Namun, olahraga tersebut mesti dilakukan sesuai dengan porsi kekuatan daya tahan tubuh. Sebab, setiap orang memiliki daya tahan tubuh berbedabeda. Olahraga yang berat sementara kondisi tubuh lemah juga tidak baik. Itu sebabnya saat puasa intensitas olahraga bisa dikurangi, atau cara lainnya dengan mengambil olahraga yang memiliki intensitas rendah.

“Saat sebelum berbuka, kita bisa mengambil kelas aerobik yang intensitasnya rendah atau menengah, seperti yoga, pilates, body balance, tai chi, maupun kelas stretching,” tutur Bobby.

Untuk olahraga lain, bisa menggunakan sepeda, spinning atau jalan pakai treadmil. Olahraga seperti jalan sehat atau jalan cepat juga bisa menjadi pilihan. Olahraga kardio tersebut justru dianjurkan sebelum berbuka puasa. Latihan pembakaran yang berfungsi untuk kardiovaskular tersebut bermanfaat saat perut kosong.

Satu atau setengah jam sebelum berbuka, latihan kardio bisa membakar lemak untuk dipergunakan sebagai energi. Sembari menunggu waktu, pembakaran lemak akan berlangsung maksimal. “Setelah dia bisa minum yang manis untuk mengembalikan fisiknya seperti semula,” sebut Bobby.

Menurut personal trainer profesional lainnya, Jefry Sihite, latihan seperti, yoga, pilates, body balance, lebih pas dilakukan saat berpuasa. Selain intensitas rendah, latihan tersebut juga memiliki manfaat bagi pikiran dan jiwa.

Latihan seperti yoga mungkin terlihat sederhana, tapi gerakan tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Saat berlatih, pikiran yang fokus sangat dibutuhkan. Gerakan-gerakan sederhana tersebut membutuhkan konsentrasi tinggi. Pikiran pun harus rileks untuk bisa melakukan latihan yang ada.

“Latihan ini bagus dilakukan saat berpuasa. Selain intensitasnya rendah, latihan ini juga melatih mind and body,” ujar Jefry yang kini menjabat Group Exercise Coordinator di Gold’s Gym Citraland Jakarta.